Begitu tergelitik jiwa merangkai gejala angkuh sampai di gempur genta hendak mengancamku dengan ego lain yang lebih dulu jatuh ternoda setelah itu
Sekilas jua ku dengar saja tak kuatir bagaimanapun jelata sepertimu lantang menggusarkan absahnya keegoanku diantara ilalang-ilalang di sekeliling sunyi rerumput kering
Ku anggap hanya igauan semata di setiap malam yang tak pernah kau miliki bintang di langitnya
Biar jamaknya kau sejagat tak bisa kau injak dan jelajahi khayal rayaku yang telah tercipta mulus
Apakah cemasmu akan hal itu berdinamika....?
Aku tak akan menggigit jemari jika kau kawal hujamanmu dengan onak kibul rintik keonaran
Bahkan bila dengan prahara cibir yang mungkin mengguncang retak sambatan palente seruni untukku
Tak tahukah kau,sudah lama ku alami jerihnya tinggal bersama sisa-sisa reruntuhan getir
Seperti itu buatku sudah biasa...gumaman orang dan ecehan murahan...tak buatku lekang,tak akan tersingkir...!
Hingga biarpun seperti itu,aku akan tetap berdiri atau mungkin terbalik menengadah
baik dengan jujur ku anggap saja seperti mengulum kolesom yang sempat ku kunyah pelan....
Tak ada risau untukku ...
karena tak ada sedikit pun reputasi berada dalam genggamanmu....!
Kamis, 14 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar